Jumat, 15 Juli 2011

Ketika Cinta Mati Suri





Aku hanya bisa mengingat wajahmu saat ini, wahai yang tercinta. Ketika seharusnya aku menginginkan tuk bisa mengurai lebih semua perjalanan yang kita lewati dalam usia kebersamaan ini. Waktu berlalu tanpa kita sadari perginya. Yang ada sekarang adalah kenyataan semua bertambah dalam waktu.
Aku mencoba mengingat apa yang menjadi title diatas sana, sayangku. Ketika cinta mati suri. Ya, ketika rasa cinta itu aku rasakan mati suri bagiku, bagi hatiku,bagi hidup dan  bagi jiwaku…
…………………………………….
Apakah aku harus memuji dirimu dengan semua keindahan kata yang terurai. Karena bagiku mungkin, semua imajiku hilang dalam kata setiap saat.  Ketika pada lelap tidur mu, aku mampu meresapi semua indah itu sendiri. Dalam sesak dadaku. Dengan lirih kata yang ku ucap pada Langit.
Waktu berlalu, tanpa kita sadari perginya. Sedang kita hanya menyadari usia yang kita punya atas kebersamaan ini. Sementara kehidupan masihlah sama bagi kita pada akhirnya. Dan masihlah sama kita harus berjuang dengan apa yang ada.
Hatimu, hatiku sayangku….
…………………………………………………..
Kita bersatu atas hati itu, dengan semua yang ada disana. CInta, kasih sayang, merah, abu-abu hitam dan putihnya. Dan talian hati ini kian hari kian  melalang buana tanpa kita mengerti dan semakin dalam. Dan Pada akhirnya akupun hanya bisa diam ketika semua menyentakan kesadaran ku. Bahwasannya aku telah berada di nirwana yang  terindah. Dimana bagiku, Engkaulah bidadari itu. Dimana bagiku, dirimulah yang paling aku dambakan. Tiada mampu aku bertahan dalam kenyataan tanpa dirimu.
Tahukah kamu dikala malam. Ketika harus meraih lelap dan mimpi. Aku pergikan jiwaku pada dunia  yang laen,dunia akhir. Ketika kesadaranku datang akan masa lalu dan kebahagiaan yang mampu aku berikan untuk dirimu.
Aku pergi kedunia akhir hidup. Meletakan jiwaku dan mengenali dunia itu. Mengalahkan ketakutanku akan dunia itu. Dan pada akhirnya sekian lamanya aku mencoba aku menemukan bahwa bertemu dengan-NYA adalah kedamaian yang sesungguhnya.
Mungkin karena aku merasa letih akan smua kesalahan hidup yang selalu mengikuti diriku hingga kini. Mungkin karena aku tak kuat menghadapi ketidak pastian yang aku jalani selama ini. Mungkin aku berputus asa atas diriku sendiri yang tak bisa lepas dari dosa. Dan terlebih aku merasa lebih tak kuat lagi melihat bagiamana aku harus melihatmu ikut dalam ketidakpastian hidupku. Dan menanggung juga akibat dari semua kebodohanku. Aku tak mampu melihat kesengsaraan harus kau alami juga karena aku…
Dalam melepaskan jiwa dan pikiran pada dunia akhir. Aku melepas doa, harap dan permintaan pada LANGIT. Doa yang aku tujukan agar kamu menjadi yang paling Dicintai-NYA.  Cinta yang akan menjaga dirimu. Mengasihimu, melapangkan hidup, hati dan juga jiwa. Memberi kebahagiaan yang sesungguhnya. memudahkan dan membantu semua urusan mu didunia ini dan juga diakhirat nanti.sehingga pada akhirnya ketika jiwaku benar-benar sampai pada dunia akhir itu. Aku bisa merasa kerelaan hati. Dan sampai dengan senyuman dimana itu ada karena aku mampu melihat bahagia itu milikmu.
………………………………………………
terkadang aku berfikir bahwasannya yang aku ingin persembahkan kepada dirimu dalam uraian kata. Bukanlah keindahan puja puji dan pengungkapan. Namun  yang aku ungkap adalah kenyataan tentang semua. Entah dalam warna yang merah hitam ataupun abu-abu..
kata yang sederhana namun dapat kita resapi maknanya lebih dalam…
terlalu muluk, terlalu tinggi, terlalu mengada-ada dan dibuat-buat kadang. Kecendrungan kita dalam mengungkap semua hal ini dengan kata. Yang mungkin pada kenyataannya apa yang terjadi jauh dari itu semua. Jadi, aku ingin mengurai kejujuran sederhana saja untukmu, sayangku..
…………………………………….
Jikalau aku ingat, sayangku..
Aku merasa kadang tak seharusnya aku ungkap semua hal kepadamu. Hal ini pula yang kadang aku dengar dari banyak orang. Hingga aku bertanya.. apakah benar seperti itu??..
Sehingga aku berfikir apakah cinta adalah tentang siapa yang menang dan siapa yang salah. Siapa yang menguasai dan siapa yang menguasai…
Manusia ketika telah kehilangan apa yang tersimpan dalam hati. Yang menjadi rahasia hati dan kekuatan jiwa. Maka aku melihat mereka tiba-tiba merasa lemah tak berdaya. Karena Semua hal telah diketahui oleh musuh. Semua taktik perang tlah lagi dikuasai orang. Sehingga dengan mudahnya kita diserang dan kalah pada akhirnya…
Apakah cinta dan kebersamaan kita seperti itu sayang?...
Mungkin dahulu dikala kita msih melanang buana dalam mencari kesejatian seperti sekarang. Itu kita butuhkan. Namun sekarang ini, kamu adalah kesejatian itu?..masihkah aku seperti itu?...
Mungkin ya…
Mungkin juga tidak…
Ya aku katakan karena, ketika aku mengerti dengan sendirinya tentang kamu. Maka aku tahu harus berbuat apa dengan mu. Ya aku katakan, karena kecewanya aku akan kamu. Yang kadang datang membuat aku berfikir bahwasannya hidup adalah tentang diri sendiri. Hidup adalah tentang aku dan Tuhan. Segala sesuatu harus mengandalkan diri sendiri.. jangan berharap apapun pada manusia. Siapapun dia….maka Ya aku katakan!..
Tidak aku katakan, karena semua hal telah aku ungkapakan hanya kepadamu. Bahkan tanpa aku harus ungkapkan smeua itu mungkin kamu sudah mengetahuinya. Secara sadar atau tidak, hanya kamu yang mengetahui rahasia diri yang tak pernah aku ungkap kepada sapapun. Karena hanya kamu yang paling bisa menerima, mengerti aku dan mau berkorban.
Maafkan aku jikalau kadang aku menjadikan Cinta adalah menang dan kalah....maafkan aku ketika aku lakukan smua itu hingga melukai hati dan mengecewakan dirimu, sayang ku...maafkan aku
...............................................................
Cukuplah ALLAH saja yang menjadi penolong...
Tiada Tuhan Selain ALLAH, yang MAHA Menguasai lagi Maha Perkasa..Penguasa Langit bumi dan Surga.
Ampunilah kami, ampunilah Aku....
Betapa hanya diri-MU lah yang Maha Mengetahui semua hal tentang diriku. Bahkan apa yang tersembunyi dalam benakku...Engkaulah yang Maha Mendengar bisikan dan jeritan jiwa..
Aku mengadu..dan Akupun memohon kepada-MU. Dan hanya Kepada-MU...
Aku lelah kadang, wahai Tuhan ku...
Lelah dengan ketidak pastian hidup yang harus aku jalani. Meski aku tahu, bahwasannya Engkau yang Maha Memiliki Rencana. Namun keterbatasanku sebagai Hambamu yang lemah lagi bodoh. Membuat aku tak bis amengerti semua rahasia yang Engakau sembunyikan dari apa yang ada...
Aku lelah tuk mencari Tahu....
Dan ketika kesabaran ku telah sampai pada puncaknya..dan Amarah menguasai aku...lepaslah segala kesadaran tentang Keindahan Engkau , Ya Tuhanku...
Sehingga marahku tertuju kepada-MU..dan betapa Engkau juga sanagt Mengetahui keburukan diri ku tentang ini....mencaci MU..
Dan aku lelah dalam kemarahanku kepada-MU...
Dan aku Lelah memaki –MU diLangit sana....
Karena sedikit kesadaranku mengingatkan aku, betapa Hanya ENGAKU lah saja yang mampu menolong diriku...
...........................................
aku lelah kadang...
ketika tak jua sampai pada kebahagiaan sejati. Bersanding dengan yang tercinta sang bidadari-MU...Pundi-pundi kecil titipan-MU....
dan yang aku lihat kemudian bahwasaanya tak juga bisa semua kebodohan masa lalu dapat kuperbaiki...
dan aku lihat juga kemudian, sang bidadari harus menanggung semua itu juga bersamaku. Yang seharusnya tidak. Yang seharusnya semua itu aku tanggung sendiri..namun, tetaplah kenyataannya dirinya hanyut terbawa...
aku lelah bertahan dalam mencoba, sedangkan waktu tak memberi aku kerenggangan. Sedangkan manusia-manusia ciptaanmu memandang sinis, mencemooh dan tertawa atas aku setiap saat...
aku lelah memanti jawaban dari MU, wahai Tuhan ku...jawaban atas apa-apa yang aku seharusnya tahu untuk melakukan apa. Sedangkan kehidupan ini penuh dengan tipu daya...
dan pada akhirnya aku berlari mengindar denga membenci diri-MU dengan rasa kecewa dan lelah ini...
aku lelah setiap saat menyalahkan Engakua yang Maha Penolong...karena Hanya Engkaulah sesungguhnya yang paling mengerti aku...mencintai diriku...
aku lelah dalam berlari jauh dari-MU yang pada akhirnya aku lelah jg berlari....
aku lelah dalam berlari tak pasti ...
aku lelah menanggung beban hati atas bidadari yang ikut hanyut dalam dilemaku...dan seharusnya dia yang Merupakan Anugerah dari-MU layak mendapat lebih dari apa yang aku beri...
aku lelah, ya Rabb...
..........................
aku lelah bergumul dengan hamba-hamba MU yang membuat jiwaku mengerang marah. Dan hati nurani terlukai..aku bosan dengan kepalsuan mereka, kebodohan mereka  yang sama dengan kebodohanku..aku bosan dengan kebohongan dan tipi daya mereka...
aku lelah berperang dengan keangkuhan mereka yang membuat aku berdiri dalam benteng yang sama, yaitu kesombongan juga, sedangkan hati nuraniku memaki diriku..
aku lelah dalam ketakutan atas sikap-sikap dari hamba-hamba MU...yang mungkin melukai aku dan semua orang yang aku cintai. Menjadikan aku lebih dari yang aku takutkan dari mereka....
..........................
aku lelah...lelah sendiri tanpa bidadari...
kembali pada lorong sepi dan malam hening tanpa ada yang berarti...
aku letih bermaksiat dengan diri sendiri...berperang dengan nafsuku sendiri...sedangkan jelas-jelas aku sadari betapa Engkau memurkai diriku atas dosa itu..namun aku tak berhenti dan tak berdaya meski aku juga letih...
aku letih menyadari kesendirian sang bidadari lebih jauh lagi dibandingkan dengan kesendirian aku disini...dan aku tak mampu berbuat banyak selain berlari menghindari kesedihan ini. Tuk bisa bertahan dalam menjalani hidup...
aku lelah berharap-harap cemas dan bertanya-tanya akankah Engkau mendengar dan mengabulkan doa dan harapku...aku lelah dalam kecewa ketika kenyataan datang an semua doa dan harap begitu jauh aku rasa..
...........
wahai , Penguasa Alam...
Cintailah aku... dengan cinta yang aku mengerti. Jangan butakan aku dalam ketidak tahuan akan keindahan MU....
Wahai Yang Maha Menyelamatkan..
Cintailah aku..dengan cinta yang bisa mengangkat ku jauh dari dosa-dosa masa lalu...
Wahai Yang Maha Pengampun...
Cintailah aku..dengan Cinta yang mampu mewujudkan Doa dan harap ini tanpa cemas...












Wake up in the morning, and I found my self alone.
Aku coba mengingat kehidupan yang menjadikan diriku seperti sekarang ini. Bagiamana aku, siapa aku…entahlah apa yang ada dalam pikiran ini sekarang. Sesungguhnya begitu banyak hal yang berputar-putar didalamnya. Namun aku tak mmapu menangkap satupun dari semua yang berputar itu.
Aku sendiri dikamar ini, sedang kan dirimu sayang ku. Telah kembali pada kehidupan kamu disana.apakah lorong dalam hati ini masih terus mencari tempat yang sesungguhnya dia inginkan?. Entahlah…
Aku berada dalam harap-harap cemas tentang kehadiran Reina..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar